Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
ANALISIS ATP-WTP TERHADAP TARIF KRL LINTAS TANAH ABANG-RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN JURANG MANGU)
Determination of public transport fares needs to be compared to the value of the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of Kereta Rel Listrik (KRL) service users to pay a sum of money for the services received. The purpose of this study is to analyze the amount of ATP and WTP value of Green Line KRL services’ users, especially those through the Jurang Mangu Station. Primary research data collection methods through surveys with online questionnaire to respondents who have used the Green Line KRL. The research data obtained will be processed and analyzed to obtain the results of respondents’ characteristics, ATP values, and WTP values. The analysis results on the existing tariffs of KRL Green Line with a base rate of Rp. 3.000,- shows the value of ATP and WTP of Rp. 5.057,- and Rp. 4.825,-. The ATP and WTP values respectively for those going through the Jurang Mangu Station are Rp. 5.167,- and Rp. 4.875,-. The results of this study indicate that the ATP value is lower when compared to the WTP value, but this ATP value is greater than the existing tariff. This data shows that the current tariff is proportional to the service received.ABSTRAKPenetapan tarif angkutan umum perlu dibandingkan nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) untuk membayar sejumlah uang demi pelayanan jasa yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besaran nilai ATP dan WTP pengguna jasa KRL pada lintas Green Line khususnya yang melalui Stasiun Jurang Mangu. Metode pengumpulan data penelitian secara primer melalui survei dengan panduan kuesioner secara online kepada responden yang pernah menggunakan KRL Green Line. Data penelitian yang diperoleh akan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan hasil karakteristik responden, nilai ATP, dan nilai WTP. Hasil analisis pada tarif eksisting KRL Green Line dengan tingkat tarif dasar Rp. 3.000,- didapat nilai ATP dan WTP masing-masing adalah Rp. 5.057,- dan Rp. 4.825,-. Nilai ATP dan WTP untuk yang melalui Stasiun Jurang Mangu masing-masing adalah Rp. 5.167,- dan Rp. 4.875,-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ATP lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai WTP, tetapi nilai ATP ini lebih besar daripada tarif eksisting. Data ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini sebanding dengan pelayanan yang diterima.
ANALISIS ATP-WTP TERHADAP TARIF KRL LINTAS TANAH ABANG-RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN JURANG MANGU)
Determination of public transport fares needs to be compared to the value of the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of Kereta Rel Listrik (KRL) service users to pay a sum of money for the services received. The purpose of this study is to analyze the amount of ATP and WTP value of Green Line KRL services’ users, especially those through the Jurang Mangu Station. Primary research data collection methods through surveys with online questionnaire to respondents who have used the Green Line KRL. The research data obtained will be processed and analyzed to obtain the results of respondents’ characteristics, ATP values, and WTP values. The analysis results on the existing tariffs of KRL Green Line with a base rate of Rp. 3.000,- shows the value of ATP and WTP of Rp. 5.057,- and Rp. 4.825,-. The ATP and WTP values respectively for those going through the Jurang Mangu Station are Rp. 5.167,- and Rp. 4.875,-. The results of this study indicate that the ATP value is lower when compared to the WTP value, but this ATP value is greater than the existing tariff. This data shows that the current tariff is proportional to the service received.ABSTRAKPenetapan tarif angkutan umum perlu dibandingkan nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) untuk membayar sejumlah uang demi pelayanan jasa yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besaran nilai ATP dan WTP pengguna jasa KRL pada lintas Green Line khususnya yang melalui Stasiun Jurang Mangu. Metode pengumpulan data penelitian secara primer melalui survei dengan panduan kuesioner secara online kepada responden yang pernah menggunakan KRL Green Line. Data penelitian yang diperoleh akan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan hasil karakteristik responden, nilai ATP, dan nilai WTP. Hasil analisis pada tarif eksisting KRL Green Line dengan tingkat tarif dasar Rp. 3.000,- didapat nilai ATP dan WTP masing-masing adalah Rp. 5.057,- dan Rp. 4.825,-. Nilai ATP dan WTP untuk yang melalui Stasiun Jurang Mangu masing-masing adalah Rp. 5.167,- dan Rp. 4.875,-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ATP lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai WTP, tetapi nilai ATP ini lebih besar daripada tarif eksisting. Data ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini sebanding dengan pelayanan yang diterima.
ANALISIS ATP-WTP TERHADAP TARIF KRL LINTAS TANAH ABANG-RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN JURANG MANGU)
Ignatius, Felix Casey (Autor:in) / Linggasari, Dewi (Autor:in) / Angkat, Hokbyan (Autor:in)
07.08.2020
doi:10.24912/jmts.v3i3.8412
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil; Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020; 597-612 ; 2622-545X
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Englisch
DDC:
710
DOAJ | 2021
|Pengaruh Beban Lalu Lintas Terhadap Kerusakan Jalan (Studi Kasus : Jalan Ajibarang – Wangon)
DOAJ | 2022
|BASE | 2020
|Analisis Konflik Lalu Lintas Pada Simpang Tak Bersinyal, Studi Kasus Simpang Empat Ganting Padang
DOAJ | 2023
|