Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
Pemahaman QS. at-Takatsur: Analisa Kritis Pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap Fenomena Flexing
Artikel ini membahas pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap fenomena flexing atau pamer kekayaan dalam QS. at-Takatsur. Dengan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif-analitis, artikel ini memberi kesimpulan bahwa QS. at-Takatsur dengan tegas mengkritik perilaku manusia yang terlalu terikat pada persaingan dunia materialistik dan kekayaan yang berlebihan. Ayat-ayat surah at-Takatsur memberikan peringatan akan konsekuensi negatif dari flexing yang tidak seimbang. Penekanan pada kepentingan kesederhanaan, syukur, dan keadilan dalam pengelolaan harta menjadi landasan pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku flexing. Dengan demikian, pandangan terhadap flexing sebagai tantangan ini dapat diatasi melalui pemahaman mendalam terhadap ajaran al-Qur’an, implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan upaya bersama untuk membentuk masyarakat yang lebih seimbang dan adil. Artikel ini diharapkan menjai salah satu rujukan dan pemahaman lebih baik terhadap nilai-nilai Islam yang dapat membentuk karakter islami dan mengurangi dampak negatif fenomena flexing dalam masyarakat.
Pemahaman QS. at-Takatsur: Analisa Kritis Pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap Fenomena Flexing
Artikel ini membahas pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap fenomena flexing atau pamer kekayaan dalam QS. at-Takatsur. Dengan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif-analitis, artikel ini memberi kesimpulan bahwa QS. at-Takatsur dengan tegas mengkritik perilaku manusia yang terlalu terikat pada persaingan dunia materialistik dan kekayaan yang berlebihan. Ayat-ayat surah at-Takatsur memberikan peringatan akan konsekuensi negatif dari flexing yang tidak seimbang. Penekanan pada kepentingan kesederhanaan, syukur, dan keadilan dalam pengelolaan harta menjadi landasan pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku flexing. Dengan demikian, pandangan terhadap flexing sebagai tantangan ini dapat diatasi melalui pemahaman mendalam terhadap ajaran al-Qur’an, implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan upaya bersama untuk membentuk masyarakat yang lebih seimbang dan adil. Artikel ini diharapkan menjai salah satu rujukan dan pemahaman lebih baik terhadap nilai-nilai Islam yang dapat membentuk karakter islami dan mengurangi dampak negatif fenomena flexing dalam masyarakat.
Pemahaman QS. at-Takatsur: Analisa Kritis Pandangan Pendidikan Agama Islam terhadap Fenomena Flexing
Aslihah Aslihah (Autor:in) / Wasehudin Wasehudin (Autor:in) / Abdul Muin (Autor:in) / Susari Susari (Autor:in)
2024
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Pandangan Hakim Terhadap Perwalian Ahli Waris Di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
DOAJ | 2021
|Islam dan Nasionalisme: Pandangan Pembaharu Pendidikan Islam Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah
DOAJ | 2018
|Implementasi Metode Pendidikan Pluralisme Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
DOAJ | 2020
|DOAJ | 2018
|