Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
Efek Sub-Sampel pada Deteksi Differential Item Functioning (DIF) dengan Metode Regresi Logistik
Salah satu langkah dalam melakukan studi mengenai differential item function (DIF) adalah menentukan peserta tes menjadi kelompok referensi (acuan) dan kelompok pembanding. Pada banyak kasus implementasi tes, jumlah sampel antara kelompok referensi dan kelompok pembanding berbeda secara ekstrim. Penelitian ini membandingkan efisiensi dua metode sampling dalam mendeteksi DIF: ukuran sampel setara dan tidak setara. Pada penelitian ini dilakukan studi empiris maupun simulasi. Pada studi empiris, 448 peserta di kelompok pembanding dibandingkan dengan kelompok referensi baik dengan jumlah setara ataupun tidak setara. Studi simulasi mencoba 18 kondisi: 2 ukuran sampel, 3 model DIF, dan 3 distribusi kemampuan. Dengan menggunakan ukuran sampel yang setara, studi empiris mendeteksi 4 dari 57 butir soal berpotensi DIF. Sedangkan perbandingan dengan ukuran sampel tidak setara, tidak mendeteksi adanya butir soal berpotensi DIF. Hasil serupa diperoleh dari studi simulasi. Dari studi ini disimpulkan bahwa melakukan sub sampel pada kelompok referensi merupakan metode yang lebih efisien untuk mendeteksi DIF; jika ukuran sampel berbeda secara ekstrim.
Efek Sub-Sampel pada Deteksi Differential Item Functioning (DIF) dengan Metode Regresi Logistik
Salah satu langkah dalam melakukan studi mengenai differential item function (DIF) adalah menentukan peserta tes menjadi kelompok referensi (acuan) dan kelompok pembanding. Pada banyak kasus implementasi tes, jumlah sampel antara kelompok referensi dan kelompok pembanding berbeda secara ekstrim. Penelitian ini membandingkan efisiensi dua metode sampling dalam mendeteksi DIF: ukuran sampel setara dan tidak setara. Pada penelitian ini dilakukan studi empiris maupun simulasi. Pada studi empiris, 448 peserta di kelompok pembanding dibandingkan dengan kelompok referensi baik dengan jumlah setara ataupun tidak setara. Studi simulasi mencoba 18 kondisi: 2 ukuran sampel, 3 model DIF, dan 3 distribusi kemampuan. Dengan menggunakan ukuran sampel yang setara, studi empiris mendeteksi 4 dari 57 butir soal berpotensi DIF. Sedangkan perbandingan dengan ukuran sampel tidak setara, tidak mendeteksi adanya butir soal berpotensi DIF. Hasil serupa diperoleh dari studi simulasi. Dari studi ini disimpulkan bahwa melakukan sub sampel pada kelompok referensi merupakan metode yang lebih efisien untuk mendeteksi DIF; jika ukuran sampel berbeda secara ekstrim.
Efek Sub-Sampel pada Deteksi Differential Item Functioning (DIF) dengan Metode Regresi Logistik
Rahmawati Rahmawati (Autor:in)
2019
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
DETEKSI FORMALIN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSI (LASER SPECKEL IMAGING)
DOAJ | 2013
|PENENTUAN HARGA JUAL HUNIAN PADA APARTEMEN DI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI SPASIAL
DOAJ | 2008
|DOAJ | 2019
|