Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN AGROINDUSTRI KAKAO BERKELANJUTAN DI SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY AHP
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilan pada pengembangan agroindustri kakao yang berkelanjutan di Sumatera Barat dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Agroindustri merupakan pilihan pendekatan pembangunan pertanian. Agroindustri yang memiliki konsep keberlanjutan, dibangun dan dikembangkan memperhatikan aspek-aspek manajemen dan konservasi sumberdaya alam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dikembangkan teknik memodifikasi dan teknik himpunan fuzzy dalam AHP yang disebut Fuzzy AHP. Dari hasil penelitian didapatkan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan agroindustri pada aspek ekonomi terletak pada kualitas bahan baku yang digunakan dengan bobot 0,1646. Faktor penentu keberhasilan pada aspek sosial yang pertama terdapat pada dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan agroindustri dengan bobot 0,3655. Faktor penentu keberhasilan pada aspek lingkungan adalah kondisi agroklimat atau kesesuaian lahan daerah Sumatera Barat untuk dijadikan daerah penghasil kakao dengan bobot 0,4455.
ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN AGROINDUSTRI KAKAO BERKELANJUTAN DI SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY AHP
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilan pada pengembangan agroindustri kakao yang berkelanjutan di Sumatera Barat dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Agroindustri merupakan pilihan pendekatan pembangunan pertanian. Agroindustri yang memiliki konsep keberlanjutan, dibangun dan dikembangkan memperhatikan aspek-aspek manajemen dan konservasi sumberdaya alam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dikembangkan teknik memodifikasi dan teknik himpunan fuzzy dalam AHP yang disebut Fuzzy AHP. Dari hasil penelitian didapatkan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan agroindustri pada aspek ekonomi terletak pada kualitas bahan baku yang digunakan dengan bobot 0,1646. Faktor penentu keberhasilan pada aspek sosial yang pertama terdapat pada dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan agroindustri dengan bobot 0,3655. Faktor penentu keberhasilan pada aspek lingkungan adalah kondisi agroklimat atau kesesuaian lahan daerah Sumatera Barat untuk dijadikan daerah penghasil kakao dengan bobot 0,4455.
ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN AGROINDUSTRI KAKAO BERKELANJUTAN DI SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY AHP
Dewi Arziyah (Autor:in)
2017
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SALIBU DAERAH SUMATERA BARAT
DOAJ | 2021
|DOAJ | 2024
|Analisis Variasi Diurnal Curah Hujan di Sumatera Barat Menggunakan Data Rain Gauge dan IMERG
DOAJ | 2020
|