Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
Masyarakat Politik, Agregasi Kepentingan dan Penguatan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Bali dan Maluku
Tulisan ini mengkaji peran masyarakat politik dalam penguatan demokrasi di Indonesia, khususnya dengan melihat dari aspek agregasi kepentingan. Kajian-kajian yang menganalisis kemunduran demokrasi di Indonesia umumnya melihat pada sudut pandang institusi, aktor maupun prosedur dalam kerangka demokrasi liberal. Sebagai sebuah pendekatan analisis, masyarakat politik memfokuskan pada pemerintahan yang sifatnya dari bawah ke atas, pada masyarakat yang diperintah, untuk memastikan representasi yang akuntabel. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, tulisan ini ingin menunjukkan relevansi masyarakat politik terhadap penguatan kelembagaan demokrasi. Dua wilayah yang menjadi studi kasus untuk memperdalam analisis ini adalah Bali dan Maluku, dua wilayah dengan capaian indikator demokrasi yang bertolak belakang dalam hal kelembagaan demokrasi. Temuan dari kajian ini memperlihatkan proses agreagasi merupakan elemen yang menentukan efektivitas dan penguatan peran kelembagaan dalam konteks masyarakat politik, sekaligus menjadi sudut pandang baru untuk kajian maupun intervensi bagi upaya penguatan demokrasi di Indonesia.
Masyarakat Politik, Agregasi Kepentingan dan Penguatan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Bali dan Maluku
Tulisan ini mengkaji peran masyarakat politik dalam penguatan demokrasi di Indonesia, khususnya dengan melihat dari aspek agregasi kepentingan. Kajian-kajian yang menganalisis kemunduran demokrasi di Indonesia umumnya melihat pada sudut pandang institusi, aktor maupun prosedur dalam kerangka demokrasi liberal. Sebagai sebuah pendekatan analisis, masyarakat politik memfokuskan pada pemerintahan yang sifatnya dari bawah ke atas, pada masyarakat yang diperintah, untuk memastikan representasi yang akuntabel. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, tulisan ini ingin menunjukkan relevansi masyarakat politik terhadap penguatan kelembagaan demokrasi. Dua wilayah yang menjadi studi kasus untuk memperdalam analisis ini adalah Bali dan Maluku, dua wilayah dengan capaian indikator demokrasi yang bertolak belakang dalam hal kelembagaan demokrasi. Temuan dari kajian ini memperlihatkan proses agreagasi merupakan elemen yang menentukan efektivitas dan penguatan peran kelembagaan dalam konteks masyarakat politik, sekaligus menjadi sudut pandang baru untuk kajian maupun intervensi bagi upaya penguatan demokrasi di Indonesia.
Masyarakat Politik, Agregasi Kepentingan dan Penguatan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Bali dan Maluku
Sri Lestari Wahyuningroem (Autor:in)
2021
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Demokrasi Deliberatif Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus: LKAAM Kota Solok)
DOAJ | 2019
|Menghadirkan Kepentingan Perempuan dalam Representasi Politik di Indonesia
DOAJ | 2017
|Penguatan Kelembagaan Amal Usaha Muhammadiyah (Studi Kasus Di MIM PK Wirogunan)
DOAJ | 2017
|DEMOKRASI DELIBERATIF DALAM OPEN GOVERNMENT (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG TAHUN 2018-2019)
DOAJ | 2022
|