Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
GAP KOMUNIKASI ANTARGENERASI DALAM PENGELOLAAN RADIO KOMUNITAS DI WILAYAH URBAN
Radio komunitas didirikan untuk melayani kepentingan dan kebutuhan komunitas. Akan tetapi, dalam perkembangannya, radio komunitas tidak dapat sepenuhnya beroperasi sesuai aspirasi anggotanya. Radio komunitas juga harus beradaptasi dengan beragam perkembangan agar dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya. Penelitian yang dilakukan di Radio Komunitas Dapur Remaja (RKDR) di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini bertujuan untuk mengkaji gap komunikasi antargenerasi dalam pengelolaan radio komunitas di perkotaan setelah generasi kedua memimpin manajemen. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa terjadi gap komunikasi antara pengelola baru dengan anggota komunitas lama, yang disebabkan adanya perubahan pola interaksi komunikasi secara sosial dan budaya, yang berdampak pada perbedaan pemahaman mengenai pengelolaan radio komunitas. Pengelola radio komunitas, yang merupakan generasi muda, dianggap kurang mengakomodasi kegiatan komunitas sebelumnya dan lebih fokus memikirkan strategi baru untuk mendulang profit dari radio komunitas, sehingga partisipasi komunitas, nilai-nilai dan kepentingan komunitas kurang diperhatikan.
GAP KOMUNIKASI ANTARGENERASI DALAM PENGELOLAAN RADIO KOMUNITAS DI WILAYAH URBAN
Radio komunitas didirikan untuk melayani kepentingan dan kebutuhan komunitas. Akan tetapi, dalam perkembangannya, radio komunitas tidak dapat sepenuhnya beroperasi sesuai aspirasi anggotanya. Radio komunitas juga harus beradaptasi dengan beragam perkembangan agar dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya. Penelitian yang dilakukan di Radio Komunitas Dapur Remaja (RKDR) di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini bertujuan untuk mengkaji gap komunikasi antargenerasi dalam pengelolaan radio komunitas di perkotaan setelah generasi kedua memimpin manajemen. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa terjadi gap komunikasi antara pengelola baru dengan anggota komunitas lama, yang disebabkan adanya perubahan pola interaksi komunikasi secara sosial dan budaya, yang berdampak pada perbedaan pemahaman mengenai pengelolaan radio komunitas. Pengelola radio komunitas, yang merupakan generasi muda, dianggap kurang mengakomodasi kegiatan komunitas sebelumnya dan lebih fokus memikirkan strategi baru untuk mendulang profit dari radio komunitas, sehingga partisipasi komunitas, nilai-nilai dan kepentingan komunitas kurang diperhatikan.
GAP KOMUNIKASI ANTARGENERASI DALAM PENGELOLAAN RADIO KOMUNITAS DI WILAYAH URBAN
Diana Anggraeni (Autor:in) / Sarwititi Sarwoprasodjo (Autor:in) / Amiruddin Saleh (Autor:in) / Andi Faisal Bakti (Autor:in)
2021
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Strategi Komunikasi Komunitas Virtual dalam Mempromosikan Tangerang Melalui Media Sosial
DOAJ | 2018
|STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS MUSLIM BIKERS DALAM DA’WAH TERHADAP MASYARAKAT SUBANG
DOAJ | 2022
|MEMAKNAI NILAI MALAQBIQ DALAM AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA KOMUNITAS SJS
BASE | 2023
|DOAJ | 2013
|