Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
RELOKASI HIPOSENTER DAN PENCITRAAN STRUKTUR GELOMBANG P MENGGUNAKAN METODE INVERSI SIMULTAN DI WILAYAH PAPUA
ABSTRAK Papua merupakan bagian dari pulau New Guinea, yang memiliki tatanan tektonik sangat komplek, dimana tektonik papua dipengaruhi 4 lempeng utama yaitu Lempeng Australia, Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina dan Lempeng Eurasia, serta sesar lokal aktif seperti Sesar Sorong, Sesar Yapen, dan lainnya. Tatanan tektonik yang sangat komplek ini, menjadikan Papua menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pola tektonik wilayah Papua, menggunakan metode simultan menggunakan software simulPS12. Data yang digunakan adalah katalog gempa PGR V Jayapura hasil analisa seiscomp3 dari tahun 2010 hingga 2015, dengan 19 stasiun pencatat. Hasil relokasi gempabumi memperlihatkan adanya perubahan sebesar 75%, baik secara kedalaman maupun secara lintang ataupun bujur, dengan nilai RMS mendekati 0. Sedangkan hasil tomogram pada penampang horisontal menunjukkan resolusi yang baik pada kedalaman 30 km dan 50 km, yang di indikasikan sebagai zona dengan kecepatan rendah berasosiasi dengan sesar sorong dan manokwari trench. Pada penampang vertikal didapatkan tomogram yang juga menginidikasikan zona lemah teridentifikasi sesar sorong, patahan ransiki dan manokwari trench.
RELOKASI HIPOSENTER DAN PENCITRAAN STRUKTUR GELOMBANG P MENGGUNAKAN METODE INVERSI SIMULTAN DI WILAYAH PAPUA
ABSTRAK Papua merupakan bagian dari pulau New Guinea, yang memiliki tatanan tektonik sangat komplek, dimana tektonik papua dipengaruhi 4 lempeng utama yaitu Lempeng Australia, Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina dan Lempeng Eurasia, serta sesar lokal aktif seperti Sesar Sorong, Sesar Yapen, dan lainnya. Tatanan tektonik yang sangat komplek ini, menjadikan Papua menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pola tektonik wilayah Papua, menggunakan metode simultan menggunakan software simulPS12. Data yang digunakan adalah katalog gempa PGR V Jayapura hasil analisa seiscomp3 dari tahun 2010 hingga 2015, dengan 19 stasiun pencatat. Hasil relokasi gempabumi memperlihatkan adanya perubahan sebesar 75%, baik secara kedalaman maupun secara lintang ataupun bujur, dengan nilai RMS mendekati 0. Sedangkan hasil tomogram pada penampang horisontal menunjukkan resolusi yang baik pada kedalaman 30 km dan 50 km, yang di indikasikan sebagai zona dengan kecepatan rendah berasosiasi dengan sesar sorong dan manokwari trench. Pada penampang vertikal didapatkan tomogram yang juga menginidikasikan zona lemah teridentifikasi sesar sorong, patahan ransiki dan manokwari trench.
RELOKASI HIPOSENTER DAN PENCITRAAN STRUKTUR GELOMBANG P MENGGUNAKAN METODE INVERSI SIMULTAN DI WILAYAH PAPUA
Arif Rahman Hakim (Autor:in) / Supriyanto Rohadi (Autor:in) / Jajat Jatnika (Autor:in)
2018
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Pengerjaan Metoda Inversi Integral pada Perumusan Persamaan Muka Air Gelombang Air Nonlinier
DOAJ | 2010
|Analisis Hubungan Kecepatan Gelombang Dengan Kuat Tekan Beton Menggunakan Metode UPV
BASE | 2020
|Analisis Hubungan Kecepatan Gelombang Dengan Kuat Tekan Beton Menggunakan Metode UPV
DOAJ | 2020
|Penggunaan Metode FDTD untuk Analisis Gelombang pada Struktur Berbasis Kartesian dan Silinder
DOAJ | 2018
|