Eine Plattform für die Wissenschaft: Bauingenieurwesen, Architektur und Urbanistik
PEMAKNAAN RITUAL BUDIDAYA PADI LADANG SUKU SAHU JIO TALA’I PADUSUA
Penelitian ini mendeskripsikan tentang pemaknaan ritual Rion-rion dan Orom Sasadu dalam praktik budi daya padi ladang suku Sahu Jio Tala’i Padusua di Kabupaten Halmahera Barat, sebagai bentuk komunikasi ritual. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi. Pengamatan, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data pada saat ritual budi daya padi ladang Rion-rion dan Orom Sasadu dilakukan. Informan penelitian ini berasal dari petani padi ladang suku Sahu di Desa Worat-Worat dan Desa Cempaka Kabupaten Halmahera Barat, kepala desa, ketua adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda pada kedua desa tersebut. Data dianalisis dengan mereduksi, menyajikan data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun mulai tergerus oleh perkembangan peradaban, tetapi ritual budi daya padi ladang Rion-rion dan Orom Sasadu masih dimaknai dan dilestarikan oleh suku Sahu Jio Tala’i Padusua sebagai identitas budaya, karena memiliki nilai-nilai historis, budaya dan simbolis pangan pokok.
PEMAKNAAN RITUAL BUDIDAYA PADI LADANG SUKU SAHU JIO TALA’I PADUSUA
Penelitian ini mendeskripsikan tentang pemaknaan ritual Rion-rion dan Orom Sasadu dalam praktik budi daya padi ladang suku Sahu Jio Tala’i Padusua di Kabupaten Halmahera Barat, sebagai bentuk komunikasi ritual. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi. Pengamatan, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data pada saat ritual budi daya padi ladang Rion-rion dan Orom Sasadu dilakukan. Informan penelitian ini berasal dari petani padi ladang suku Sahu di Desa Worat-Worat dan Desa Cempaka Kabupaten Halmahera Barat, kepala desa, ketua adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda pada kedua desa tersebut. Data dianalisis dengan mereduksi, menyajikan data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun mulai tergerus oleh perkembangan peradaban, tetapi ritual budi daya padi ladang Rion-rion dan Orom Sasadu masih dimaknai dan dilestarikan oleh suku Sahu Jio Tala’i Padusua sebagai identitas budaya, karena memiliki nilai-nilai historis, budaya dan simbolis pangan pokok.
PEMAKNAAN RITUAL BUDIDAYA PADI LADANG SUKU SAHU JIO TALA’I PADUSUA
Peinina Ireine Nindatu (Autor:in) / Sarwititi Sarwoprasodjo (Autor:in) / Musa Hubeis (Autor:in) / Siti Amanah (Autor:in)
2018
Aufsatz (Zeitschrift)
Elektronische Ressource
Unbekannt
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Pemaknaan Ritual Sinoman Malam Jumat Legi bagi Warga Muslim Desa Sumurber
DOAJ | 2022
|Mantra penyambutan kelahiran anak pada ritual belian melas suku Dayak Tunjung
DOAJ | 2024
|