A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Contingent Valuation Choice Modelling dan dalam Menilai Preferensi Penggunaan Energi Bangunan
Contingent Valuation and Choice Modeling is a method for assessing preferences which relates withcost. Based on the hierarchical methodology Willingness to pay, both methods are in method Preference is Stated preference research method in which respondents are not in the condition stated. Broadly speaking, these methods have in common that it is difficult to distinguish, but despite being in the same hierarchy, both methods have different implications in research, especially research on building energy consumption. This article attempts to explain the differences and the use of methods of Contingent Valuation and Choice Modeling in the study of building energy consumption preferences. Contingent Valuation dan Choice Modelling merupakan metode untuk menilai preferensi yang berkaitan dengan cost. Berdasarkan hirarki metodologi Willingness to pay, kedua metode tersebut berada pada metode Stated Preferenceyaitu metode penelitian preferensi di mana responden tidak berada pada kondisi yang dinyatakan. Secara garis besar metode tersebut memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan, namun walaupun berada pada hirarki yang sama, kedua metode tersebut memiliki implikasi yang berbeda dalam penelitian, khususnya penelitian mengenai konsumsi energi bangunan. Artikel ini mencoba untuk memaparkan perbedaan serta penggunaan metode dan Contingent Valuation  Choice Modelling dalam penelitian preferensi konsumsi energi bangunan.
Contingent Valuation Choice Modelling dan dalam Menilai Preferensi Penggunaan Energi Bangunan
Contingent Valuation and Choice Modeling is a method for assessing preferences which relates withcost. Based on the hierarchical methodology Willingness to pay, both methods are in method Preference is Stated preference research method in which respondents are not in the condition stated. Broadly speaking, these methods have in common that it is difficult to distinguish, but despite being in the same hierarchy, both methods have different implications in research, especially research on building energy consumption. This article attempts to explain the differences and the use of methods of Contingent Valuation and Choice Modeling in the study of building energy consumption preferences. Contingent Valuation dan Choice Modelling merupakan metode untuk menilai preferensi yang berkaitan dengan cost. Berdasarkan hirarki metodologi Willingness to pay, kedua metode tersebut berada pada metode Stated Preferenceyaitu metode penelitian preferensi di mana responden tidak berada pada kondisi yang dinyatakan. Secara garis besar metode tersebut memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan, namun walaupun berada pada hirarki yang sama, kedua metode tersebut memiliki implikasi yang berbeda dalam penelitian, khususnya penelitian mengenai konsumsi energi bangunan. Artikel ini mencoba untuk memaparkan perbedaan serta penggunaan metode dan Contingent Valuation  Choice Modelling dalam penelitian preferensi konsumsi energi bangunan.
Contingent Valuation Choice Modelling dan dalam Menilai Preferensi Penggunaan Energi Bangunan
Zuraida, Siswanti (author)
2013-12-31
doi:10.36448/jaubl.v4i1.457
JURNAL ARSITEKTUR; Vol 4, No 1 (2013): Desember ; 2716-3423 ; 2087-2739 ; 10.36448/jaubl.v4i1
Article (Journal)
Electronic Resource
English
DDC:
690
Mengoptimasikan Penggunaan Bambu dalam Upaya Memenuhi Keperluan Kayu Bangunan Perumahan
DOAJ | 2016
|Penggunaan Energi Listrik Warga Fis dalam Mewujudkan Pilar Energi Bersih di Kampus Unnes Tahun 2018
BASE | 2019
|