A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI DENGAN METODA SPT, CPT, DAN MEYERHOF PADA LOKASI RENCANA KONSTRUKSI PLTU NAGAN RAYA PROVINSI ACEH
Tulisan ini melaporkan dan membahas hasil analisa lapisan tanah dari pengeboran pada lokasi rencana Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berlokasi di Nagan Raya Provinsi Aceh. Analisa lapisan tanah didasarkan pada bor log profile saat pengeboran dilaksanakan dengan mesin bor dalam. Analisa daya dukung lapisan tanah didasarkan pada perhitungan dengan menggunakan data SPT, data CPT, dan data laboratorium menurut metode Meyerhof. Hasil analisa lapisan menunjukkan bahwa pada lokasi tiga titik pengeboran, terdapat lapisan pasir lanauan kerikilan sampai kedalaman 16 m dengan SPT Navrg 28, kemudian dari 16 m sampai 25 m terdapat lapisan lempung lanauan konsistensi sedang dengan Navrg 11 dan di kedalaman 25 m sampai 40 m dijumpai lapisan keras sangat padat batu lanau lempungan berkerikil dengan Navrg >70. Hasil perhitungan dan analisa daya dukung lapisan tanah menunjukkan besaran yang tidak jauh berbeda antara hitungan dengan data SPT, CPT, dan dengan data Lab metode Meyerhof. Perbedaan besaran daya dukung antar metode tersebut berada pada kisaran 2% sampai 8%. Berdasarkan kondisi log profile lapisan dan analisa daya dukung lapisan, maka penggunaan pondasi dangkal tapak dapat menjadi pilihan yang tepat karena lapisan pendukung yang baik dapat dijumpai pada kedalaman (elevasi) yang dangkal dari permukaan tanah dan metode SPT lebih baik digunakan dari pada metode daya dukung yang lain. Kata kunci: bor log, analisa lapisan , daya dukung
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI DENGAN METODA SPT, CPT, DAN MEYERHOF PADA LOKASI RENCANA KONSTRUKSI PLTU NAGAN RAYA PROVINSI ACEH
Tulisan ini melaporkan dan membahas hasil analisa lapisan tanah dari pengeboran pada lokasi rencana Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berlokasi di Nagan Raya Provinsi Aceh. Analisa lapisan tanah didasarkan pada bor log profile saat pengeboran dilaksanakan dengan mesin bor dalam. Analisa daya dukung lapisan tanah didasarkan pada perhitungan dengan menggunakan data SPT, data CPT, dan data laboratorium menurut metode Meyerhof. Hasil analisa lapisan menunjukkan bahwa pada lokasi tiga titik pengeboran, terdapat lapisan pasir lanauan kerikilan sampai kedalaman 16 m dengan SPT Navrg 28, kemudian dari 16 m sampai 25 m terdapat lapisan lempung lanauan konsistensi sedang dengan Navrg 11 dan di kedalaman 25 m sampai 40 m dijumpai lapisan keras sangat padat batu lanau lempungan berkerikil dengan Navrg >70. Hasil perhitungan dan analisa daya dukung lapisan tanah menunjukkan besaran yang tidak jauh berbeda antara hitungan dengan data SPT, CPT, dan dengan data Lab metode Meyerhof. Perbedaan besaran daya dukung antar metode tersebut berada pada kisaran 2% sampai 8%. Berdasarkan kondisi log profile lapisan dan analisa daya dukung lapisan, maka penggunaan pondasi dangkal tapak dapat menjadi pilihan yang tepat karena lapisan pendukung yang baik dapat dijumpai pada kedalaman (elevasi) yang dangkal dari permukaan tanah dan metode SPT lebih baik digunakan dari pada metode daya dukung yang lain. Kata kunci: bor log, analisa lapisan , daya dukung
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI DENGAN METODA SPT, CPT, DAN MEYERHOF PADA LOKASI RENCANA KONSTRUKSI PLTU NAGAN RAYA PROVINSI ACEH
Banta Chairullah (author)
2016
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI AKIBAT PERBEDAAN METODE KONSTRUKSI PONDASI DALAM
BASE | 2017
|Studi Daya Dukung Pondasi Dangkal pada Tanah Gambut dengan Kombinasi Geotekstil dan Grid Bambu
DOAJ | 2011
|ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE US.ARMY CORPS
BASE | 2024
|