A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Bobeto Sebuah Nilai Kearifan Lokal Pembentuk Ruang Ritual antara Manusia dengan Alam di Kalaodi - Tidore
Setiap jengkal di seluruh permukaan bumi mengalami perubahan seiring waktu danperubahan paradigma manusia yang salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya dayakesadaran melihat, memaknai dan memanfaatkan ruang yang dimiliki manusia. Kesadaranini membentuk pemikiran tentang cara pandang ke waktu mendatang terhadaplingkungannya. Manusia yang hidup dan sadar oleh kemampuan membuat pilihan untukmenentukan keberlangsungannya_dengan pengalaman masa sebelumnya (merugikan/kekurangan) dan sebagai bentuk antisipasi agar tidak mengulangi kejadian yang sama,sehingga secara individu ataupun berkelompok dalam skala kecil maupun besar, telahmemberikan perubahan pada tata ruang di berbagai tempat sebagai perwujudankekuasaannya masing-masing. Warga Kalaodi di Pulau Tidore memiliki kesadaran yangdiwariskan secara turun temurun oleh leluhurnya dalam bentuk BOBETO (sumpah leluhur).Sebuah perjanjian sekelompok manusia dengan lingkungan yang didasarkan oleh kesadaranmanusia tentang pentingnya alam lingkungan untuk keberlangsungan kehidupannya.BOBETO ditetapkan sebagai sikap toleran manusia terhadap lingkungan yang harusdilakukan dan tidak dapat dilanggar. Hal ini karena hubungan sebab akibat antara manusiadan lingkungan. Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengungkapterbentuknya ruang ritual pada peristiwa Upacara Syukuran Paca Goya di Kampung Kalaodi– Tidore yaitu sebuah implementasi dari pernyataan sumpah leluhur dari setiap generasinya.Metode penulisan yang digunakan adalah ungkap balik yang dideskripsikan.
Bobeto Sebuah Nilai Kearifan Lokal Pembentuk Ruang Ritual antara Manusia dengan Alam di Kalaodi - Tidore
Setiap jengkal di seluruh permukaan bumi mengalami perubahan seiring waktu danperubahan paradigma manusia yang salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya dayakesadaran melihat, memaknai dan memanfaatkan ruang yang dimiliki manusia. Kesadaranini membentuk pemikiran tentang cara pandang ke waktu mendatang terhadaplingkungannya. Manusia yang hidup dan sadar oleh kemampuan membuat pilihan untukmenentukan keberlangsungannya_dengan pengalaman masa sebelumnya (merugikan/kekurangan) dan sebagai bentuk antisipasi agar tidak mengulangi kejadian yang sama,sehingga secara individu ataupun berkelompok dalam skala kecil maupun besar, telahmemberikan perubahan pada tata ruang di berbagai tempat sebagai perwujudankekuasaannya masing-masing. Warga Kalaodi di Pulau Tidore memiliki kesadaran yangdiwariskan secara turun temurun oleh leluhurnya dalam bentuk BOBETO (sumpah leluhur).Sebuah perjanjian sekelompok manusia dengan lingkungan yang didasarkan oleh kesadaranmanusia tentang pentingnya alam lingkungan untuk keberlangsungan kehidupannya.BOBETO ditetapkan sebagai sikap toleran manusia terhadap lingkungan yang harusdilakukan dan tidak dapat dilanggar. Hal ini karena hubungan sebab akibat antara manusiadan lingkungan. Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengungkapterbentuknya ruang ritual pada peristiwa Upacara Syukuran Paca Goya di Kampung Kalaodi– Tidore yaitu sebuah implementasi dari pernyataan sumpah leluhur dari setiap generasinya.Metode penulisan yang digunakan adalah ungkap balik yang dideskripsikan.
Bobeto Sebuah Nilai Kearifan Lokal Pembentuk Ruang Ritual antara Manusia dengan Alam di Kalaodi - Tidore
Ichsan Teng (author)
2017
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Bobeto , Paca Goya , Ruang , Ritual , Kearifan Lokal , Desa Kalaodi , Architecture , NA1-9428 , Decorative arts , NK1-9990
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Memaknai Independensi Auditor dengan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri' Na Pacce
DOAJ | 2015
|