A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Studi Perkembangan Prasarana dan Sarana Transportasi di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2003-2008
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: kelas perkembangan prasarana transportasi di Kabupaten Aceh Tengah tahun 2003-2008. Populasi dalam penelitian ini adalah prasarana dan sarana transportasi di Kabupaten Aceh Tengah yang terdiri dari 14 kecamatan dengan sampel penelitian diambil 6 kecamatan, yang dikelompokkan dalam 3 kelas perkembangan yaitu masing-masing 2 Kecamatan mewakili kelas perkembangan baik, kelas perkembangan sedang, dan kelas perkembangan buruk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perkembangan prasarana transportasi berdasarkan jenis permukaan jalan aspal mengalami perkembangan dari tahun ke tahun yang diwakili oleh Bebesen dan Lut Tawar, jalan kerikil dengan perkembangan baik oleh kecamatan Linge, jalan tanah dengan kelas perkembangan baik oleh Pegasing dan Celala, panjang jalan berdasarkan konstruksi baik dengan perkembangan baik oleh Bebesen dan Lut Tawar jalan dengan kondisi sedang dengan perkembangan sedang oleh Silih Nara dan Ketol dan kondisi rusak berat oleh Ketepanang, sedangkan perkembangan sarana angkutan umum dengan kelas perkembangan baik oleh Pengasing dan Bebesen angkutan umum bus dengan kelas perkembangan baik oleh Bebesen, becak motor dengan kelas perkembangan baik oleh Beben dan mobil pribadi dengan kelas perkembangan baik oleh Bebesen dan Pegasing
Studi Perkembangan Prasarana dan Sarana Transportasi di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2003-2008
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: kelas perkembangan prasarana transportasi di Kabupaten Aceh Tengah tahun 2003-2008. Populasi dalam penelitian ini adalah prasarana dan sarana transportasi di Kabupaten Aceh Tengah yang terdiri dari 14 kecamatan dengan sampel penelitian diambil 6 kecamatan, yang dikelompokkan dalam 3 kelas perkembangan yaitu masing-masing 2 Kecamatan mewakili kelas perkembangan baik, kelas perkembangan sedang, dan kelas perkembangan buruk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perkembangan prasarana transportasi berdasarkan jenis permukaan jalan aspal mengalami perkembangan dari tahun ke tahun yang diwakili oleh Bebesen dan Lut Tawar, jalan kerikil dengan perkembangan baik oleh kecamatan Linge, jalan tanah dengan kelas perkembangan baik oleh Pegasing dan Celala, panjang jalan berdasarkan konstruksi baik dengan perkembangan baik oleh Bebesen dan Lut Tawar jalan dengan kondisi sedang dengan perkembangan sedang oleh Silih Nara dan Ketol dan kondisi rusak berat oleh Ketepanang, sedangkan perkembangan sarana angkutan umum dengan kelas perkembangan baik oleh Pengasing dan Bebesen angkutan umum bus dengan kelas perkembangan baik oleh Bebesen, becak motor dengan kelas perkembangan baik oleh Beben dan mobil pribadi dengan kelas perkembangan baik oleh Bebesen dan Pegasing
Studi Perkembangan Prasarana dan Sarana Transportasi di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2003-2008
Yunadi Asri Yoga (author) / Julismin Julismin (author)
2013
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
studi , sarana , Political science , J , Social Sciences , H
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Radius dan Waktu Tempuh Studi Aksesibilitas Pedestrian terhadap Sarana Prasarana Umum
DOAJ | 2021
|Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa tentang Sarana Prasarana di Karangawen Kabupaten Demak
BASE | 2025
|BASE | 2015
|