A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Filsafat Jiwa Dalam Al-Qur`An
Jiwa dalam al-Quran disebutkan dengan term al-Aql, al-Nafs, al-Qalbu, al-Fuad, al-Lubab dan al-Ruh. Jiwa mempunyai daya-daya. Daya inilah yang memberi kemampuan kepada jasad dan memunculkan kekuatan yang maha dahsat, sehingga mampu menembus ruang dan waktu dalam melakukan aktifitasnya. Dan yang pasti, bahwa jiwalah yang mampu menembus dan mengenal Allah bukanlah jasad. Jasad hanya sebagai alat, jasad bagai wayang dan jiwa bagai dalangnya. Jiwalah yang nantinya akan mendapat pembalasan di akhirat apakah mendapatkan kebahagiaan ataukah kesengsaaan. Walaupun realitasnya yang melakoni semaunya adalah jasad.
Filsafat Jiwa Dalam Al-Qur`An
Jiwa dalam al-Quran disebutkan dengan term al-Aql, al-Nafs, al-Qalbu, al-Fuad, al-Lubab dan al-Ruh. Jiwa mempunyai daya-daya. Daya inilah yang memberi kemampuan kepada jasad dan memunculkan kekuatan yang maha dahsat, sehingga mampu menembus ruang dan waktu dalam melakukan aktifitasnya. Dan yang pasti, bahwa jiwalah yang mampu menembus dan mengenal Allah bukanlah jasad. Jasad hanya sebagai alat, jasad bagai wayang dan jiwa bagai dalangnya. Jiwalah yang nantinya akan mendapat pembalasan di akhirat apakah mendapatkan kebahagiaan ataukah kesengsaaan. Walaupun realitasnya yang melakoni semaunya adalah jasad.
Filsafat Jiwa Dalam Al-Qur`An
Muhammad Ilham Shaleh (author)
2014
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA DI INDONESIA DALAM KONTEKS SEJARAH FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU
DOAJ | 2020
|