A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Karakterisasi Sinter Silika Mata Air Panas Garara Kab. Solok dan Mata Air Panas Sapan Maluluang Kab. Solok Selatan Menggunakan Metode Analisis Termal
Telah dilakukan karakterisasi sinter silika dari mata air panas Garara, Kabupaten Solok, dan mata air panas Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Sinter silika dimurnikan untuk meningkatkan kadar SiO2 menggunakan metode ekstraksi padat-cair. Peningkatan kadar SiO2 dapat dilihat berdasarkan hasil uji XRF (X-Ray Fluorescence). Kadar SiO2 Sampel sinter silika Garara meningkat,  dari 54,28 % menjadi 79,034 % setelah pemurnian. Pada sampel sinter silka Sapan Maluluang kadar SiO2 meningkat dari  83,39 %, menjadi 95,216 %. Metode Analisis Termal  atau Differential Thermal Analysis (DTA) digunakan untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sintel silika. Berdasarkan pengujian DTA diperoleh hasil transisi gelas sampel sinter silika Garara dan Sapan Maluluang berturut-turut pada suhu 530,83 °C dan 551,52 °C . Silika Garara mengalami perubahan α→β-quartz pada suhu 643,66 °C dan perubahan β-quartz→ β-trydimite terjadi pada suhu 811,48 °C. Untuk hasil DTA sinter silika Sapan Maluluang terjadi perubahan α→β-quartz pada suhu 657,48 °C dan transisi β-quartz→β-trydimite terjadi pada suhu 700,45 °C . Hal ini memperlihatkan sinter silika dengan kandungan silika yang lebih tinggi dan berstruktur amorf memiliki transisi gelas dan suhu transisi α→β-quartz yang le bih tinggi dan transisi β-quartz→β-trydimite yang lebih rendah dibandingkan sinter silika yang masih mengandung karbonat. Kata Kunci : sinter silika, ekstraksi, pemurnian, analisis termal , mata air panas Garara, mata air panas Sapan Maluluang Â
Karakterisasi Sinter Silika Mata Air Panas Garara Kab. Solok dan Mata Air Panas Sapan Maluluang Kab. Solok Selatan Menggunakan Metode Analisis Termal
Telah dilakukan karakterisasi sinter silika dari mata air panas Garara, Kabupaten Solok, dan mata air panas Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Sinter silika dimurnikan untuk meningkatkan kadar SiO2 menggunakan metode ekstraksi padat-cair. Peningkatan kadar SiO2 dapat dilihat berdasarkan hasil uji XRF (X-Ray Fluorescence). Kadar SiO2 Sampel sinter silika Garara meningkat,  dari 54,28 % menjadi 79,034 % setelah pemurnian. Pada sampel sinter silka Sapan Maluluang kadar SiO2 meningkat dari  83,39 %, menjadi 95,216 %. Metode Analisis Termal  atau Differential Thermal Analysis (DTA) digunakan untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sintel silika. Berdasarkan pengujian DTA diperoleh hasil transisi gelas sampel sinter silika Garara dan Sapan Maluluang berturut-turut pada suhu 530,83 °C dan 551,52 °C . Silika Garara mengalami perubahan α→β-quartz pada suhu 643,66 °C dan perubahan β-quartz→ β-trydimite terjadi pada suhu 811,48 °C. Untuk hasil DTA sinter silika Sapan Maluluang terjadi perubahan α→β-quartz pada suhu 657,48 °C dan transisi β-quartz→β-trydimite terjadi pada suhu 700,45 °C . Hal ini memperlihatkan sinter silika dengan kandungan silika yang lebih tinggi dan berstruktur amorf memiliki transisi gelas dan suhu transisi α→β-quartz yang le bih tinggi dan transisi β-quartz→β-trydimite yang lebih rendah dibandingkan sinter silika yang masih mengandung karbonat. Kata Kunci : sinter silika, ekstraksi, pemurnian, analisis termal , mata air panas Garara, mata air panas Sapan Maluluang Â
Karakterisasi Sinter Silika Mata Air Panas Garara Kab. Solok dan Mata Air Panas Sapan Maluluang Kab. Solok Selatan Menggunakan Metode Analisis Termal
Ardian Putra (author) / Rizky Ramadhan (author) / Rahmat Ilham (author)
2019
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Strategi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam Melakukan Pengurangan Risiko Bencana Banjir
BASE | 2022
|