A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
APAKAH SEMAKIN TINGGI IPM AKAN SEMAKIN BAHAGIA? ANALISIS KLUSTER DITINJAU DARI KUALITAS PEREKONOMIAN
Penelitian menggunakan analisis klaster dengan uji K-Means bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas perekonomian pada masing – masing provinsi Indonesia. Penelitian ini juga mengungkapkan apakah dengan tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka Indeks Kebahagiaan (IK) juga akan tinggi? Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan dari publikasi BPS tahun 2021. Data terdiri dari 34 provinsi di Indonesia. Data yang dikumpulkan dalam penelitian yaitu berupa IPM, pendapatan, pengeluaran, presentase tenaga kerja formal, dan IK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kluster 1 berisi 12 provinsi dengan indikator terendah pada IPM, pendapatan, pekerjaan formal, namun memiliki IK tertinggi, kluster 2 berisi 1 provinsi dengan indikator tertinggi pada IPM, pendapatan, pekerjaan formal, namun memiliki IK terendah, dan kluster 3 berisi 21 provinsi dengan indikator IPM, pendapatan, pekerjaan formal, dan IK berada di tengah – tengah antara kluster 1 dan 2. Berdasarkan uji K-means juga dapat simpulkan bahwa 4 indikator yaitu IPM, pendapatan, pengeluaran, dan presentase perkerjaan formal berbanding lurus, namun keempat indikator ini akan berbanding terbalik dengan indikator IK. Hasil ini memberi asumsi bahwa IPM tinggi belum tentu akan diikuti oleh IK yang tinggi pula jika ditijau dari kualitas perekonomian.
APAKAH SEMAKIN TINGGI IPM AKAN SEMAKIN BAHAGIA? ANALISIS KLUSTER DITINJAU DARI KUALITAS PEREKONOMIAN
Penelitian menggunakan analisis klaster dengan uji K-Means bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas perekonomian pada masing – masing provinsi Indonesia. Penelitian ini juga mengungkapkan apakah dengan tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka Indeks Kebahagiaan (IK) juga akan tinggi? Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan dari publikasi BPS tahun 2021. Data terdiri dari 34 provinsi di Indonesia. Data yang dikumpulkan dalam penelitian yaitu berupa IPM, pendapatan, pengeluaran, presentase tenaga kerja formal, dan IK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kluster 1 berisi 12 provinsi dengan indikator terendah pada IPM, pendapatan, pekerjaan formal, namun memiliki IK tertinggi, kluster 2 berisi 1 provinsi dengan indikator tertinggi pada IPM, pendapatan, pekerjaan formal, namun memiliki IK terendah, dan kluster 3 berisi 21 provinsi dengan indikator IPM, pendapatan, pekerjaan formal, dan IK berada di tengah – tengah antara kluster 1 dan 2. Berdasarkan uji K-means juga dapat simpulkan bahwa 4 indikator yaitu IPM, pendapatan, pengeluaran, dan presentase perkerjaan formal berbanding lurus, namun keempat indikator ini akan berbanding terbalik dengan indikator IK. Hasil ini memberi asumsi bahwa IPM tinggi belum tentu akan diikuti oleh IK yang tinggi pula jika ditijau dari kualitas perekonomian.
APAKAH SEMAKIN TINGGI IPM AKAN SEMAKIN BAHAGIA? ANALISIS KLUSTER DITINJAU DARI KUALITAS PEREKONOMIAN
Nurcholish Arifin Handoyono (author)
2021
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
KOMPARASI KUALITAS FLOWING CONCRETE DITINJAU DARI TINGGI JATUH PENGECORAN DAN JENIS SEMEN
BASE | 2016
|Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan
DOAJ | 2017
|DOAJ | 2014
|