A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Kajian Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Pada Node B 4G di Kota Tangerang Selatan
Kualitas jaringan Long Term Evolution (LTE) di Kota Tangerang Selatan masih kurang optimal, berdasarkan data hasil drive test nilai rata-rata RSRP dan SINR termasuk dalam kategori buruk. Hal tersebut dikarenakan jumlah site yang masih kurang, serta gedung-gedung yang menghalangi site. Perlu dilakukan perencanaan ulang untuk meningkatkan kinerja jaringan LTE di Kota Tangerang Selatan dengan melakukan perhitungan estimasi jumlah penduduk serta pengguna seluler pada tahun 2024, untuk mengetahui jumlah site yang dibutuhkan yang mencakup seluruh area di Kota Tangerang Selatan. Nilai total loss yang disebabkan oleh gedung–gedung di wilayah Kota Tangerang Selatan juga diperhitungkan, dengan menggunakan perbandingan model propagasi COST 231 dan Lee, sehingga didapatkan prediksi cakupan site serta jumlah site yang dapat mencakup keseluruhan area. Hasil yang didapatkan dari perencanaan jaringan 4G LTE di Kota Tangerang Selatan pada eNodeB berdasarkan kapasitas dari nilai parameter RSRP dan SINR termasuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan berdasarkan coverage menggunakan model propagasi COST 231 dan Lee, didapatkan model propagasi Lee yang sesuai dengan parameter serta mencakup area lebih luas dibandingkan model propagasi COST 231. Dari keseluruhan hasil simulasi untuk nilai RSRP dan SINR sudah sesuai dengan standar KPI, yaitu nilai RSRP > -80dBm dan nilai SINR > 5dB.
Kajian Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Pada Node B 4G di Kota Tangerang Selatan
Kualitas jaringan Long Term Evolution (LTE) di Kota Tangerang Selatan masih kurang optimal, berdasarkan data hasil drive test nilai rata-rata RSRP dan SINR termasuk dalam kategori buruk. Hal tersebut dikarenakan jumlah site yang masih kurang, serta gedung-gedung yang menghalangi site. Perlu dilakukan perencanaan ulang untuk meningkatkan kinerja jaringan LTE di Kota Tangerang Selatan dengan melakukan perhitungan estimasi jumlah penduduk serta pengguna seluler pada tahun 2024, untuk mengetahui jumlah site yang dibutuhkan yang mencakup seluruh area di Kota Tangerang Selatan. Nilai total loss yang disebabkan oleh gedung–gedung di wilayah Kota Tangerang Selatan juga diperhitungkan, dengan menggunakan perbandingan model propagasi COST 231 dan Lee, sehingga didapatkan prediksi cakupan site serta jumlah site yang dapat mencakup keseluruhan area. Hasil yang didapatkan dari perencanaan jaringan 4G LTE di Kota Tangerang Selatan pada eNodeB berdasarkan kapasitas dari nilai parameter RSRP dan SINR termasuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan berdasarkan coverage menggunakan model propagasi COST 231 dan Lee, didapatkan model propagasi Lee yang sesuai dengan parameter serta mencakup area lebih luas dibandingkan model propagasi COST 231. Dari keseluruhan hasil simulasi untuk nilai RSRP dan SINR sudah sesuai dengan standar KPI, yaitu nilai RSRP > -80dBm dan nilai SINR > 5dB.
Kajian Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Pada Node B 4G di Kota Tangerang Selatan
Rummi Sirait (author) / Rizka Fadhila Dhuha (author)
2020
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
Kajian Kelayakan Usulan Pemanfaatan Barang Milik Daerah Kota Tangerang Selatan dengan Cara Sewa
DOAJ | 2022
|Kajian fungsi sosial-budaya ruang terbuka hijau publik Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan
BASE | 2020
|PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA GURU PADA SMAN 6 KOTA TANGERANG SELATAN
DOAJ | 2020
|