A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
PENGARUH KOMPOSISI KAOLIN TERHADAP DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA KOMPOSIT FLY ASH-KAOLIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu sinter terhadap densitas komposit keramik fly ash/Kaolin, mendapatkan suhu sinter terbaik pada komposit keramik fly ash/Kaolin, mengetahui pengaruh penambahan komposisi Kaolin sebesar 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % berat terhadap kekuatan bending pada komposit keramik fly ash/Kaolin. Penelitian ini menggunakan bahan dasar fly ash dan Kaolin (teknis) dengan variasi penambahan Kaolin sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau sama dengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8 mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm). Dilanjutkan proses sintering pada suhu 1100, 1150 dan 1200 oC yang kemudian diambil suhu sinter terbaik. Pengujian meliputi uji komposisi fly ash dan Kaolin, uji densitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four point bending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik fly ash/ Kaolin meningkat pada suhu sinter 1100-1150oC dan turun kembali pada suhu sinter 1150-1200oC. Suhu sinter optimum komposit keramik fly ash/Kaolin adalah 1150oC. Kekuatan komposit keramik fly ash/Kaolin paling tinggi yaitu pada komposisi 95% fly ash dan 15% Kaolin sebesar 16,20 Mpa.
PENGARUH KOMPOSISI KAOLIN TERHADAP DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA KOMPOSIT FLY ASH-KAOLIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu sinter terhadap densitas komposit keramik fly ash/Kaolin, mendapatkan suhu sinter terbaik pada komposit keramik fly ash/Kaolin, mengetahui pengaruh penambahan komposisi Kaolin sebesar 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % berat terhadap kekuatan bending pada komposit keramik fly ash/Kaolin. Penelitian ini menggunakan bahan dasar fly ash dan Kaolin (teknis) dengan variasi penambahan Kaolin sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau sama dengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8 mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm). Dilanjutkan proses sintering pada suhu 1100, 1150 dan 1200 oC yang kemudian diambil suhu sinter terbaik. Pengujian meliputi uji komposisi fly ash dan Kaolin, uji densitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four point bending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik fly ash/ Kaolin meningkat pada suhu sinter 1100-1150oC dan turun kembali pada suhu sinter 1150-1200oC. Suhu sinter optimum komposit keramik fly ash/Kaolin adalah 1150oC. Kekuatan komposit keramik fly ash/Kaolin paling tinggi yaitu pada komposisi 95% fly ash dan 15% Kaolin sebesar 16,20 Mpa.
PENGARUH KOMPOSISI KAOLIN TERHADAP DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA KOMPOSIT FLY ASH-KAOLIN
Rahmat Doni W (author) / Rusiyanto Rusiyanto (author)
2011
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
PENGARUH KOMPOSISI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU
DOAJ | 2016
|Pengaruh Serapan Air Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Epoxy dengan Penguat Serat Jelatang
BASE | 2019
|PENGARUH KOMPOSISI RESIN TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL YANG DIPERKUAT SERBUK KAYU AKASIA
DOAJ | 2016
|