A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Optimasi vitamin C terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempelajari efek dari memberikan vitamin C kepada pakan ikan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang terinfeksi oleh Aeromonas hydrophila. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu A digunakan sebagai kontrol, sementara perlakuan B, C, dan D masing-masing melibatkan penambahan vitamin C pada pakan sebanyak 500 mg/kg, 1000 mg/kg, dan 1500 mg/kg dan diulang sebanyak 3 kali. Digunakan ikan nila dengan ukuran ±25 cm dan berat 200-250 g dimana pada setiap ulangan diisi 5 ekor ikan. Semua perlakuan diberi infeksi Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/mL. Infeksi dilakukan dengan melarutkan hasil kultur bakteri Aeromonas hydrophila dalam air media pemeliharaan. Vitamin C diberikan dengan dosis berbeda menghasilkan pertumbuhan yang berbeda secara signifikan (P<0,05) dan kelangsungan hidup yang tidak berbeda secara signifikan (P>0,05). Perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang tertinggi yaitu 66,7 g dan 3,09 cm. Perlakuan B menunjukkan kelangsungan hidup terbaik dengan persentase 86,7%. Rentang nilai kualitas air dianggap memadai untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Dengan suhu berkisar antara 27,58-27,72°C, DO 4,10-4,65 mg/L, dan pH 7,48-7,56. Penambahan vitamin C dapat mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila serta mempengaruhi nilai pertumbuhan panjang dan pertumbuhan berat tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup.
Optimasi vitamin C terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempelajari efek dari memberikan vitamin C kepada pakan ikan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang terinfeksi oleh Aeromonas hydrophila. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu A digunakan sebagai kontrol, sementara perlakuan B, C, dan D masing-masing melibatkan penambahan vitamin C pada pakan sebanyak 500 mg/kg, 1000 mg/kg, dan 1500 mg/kg dan diulang sebanyak 3 kali. Digunakan ikan nila dengan ukuran ±25 cm dan berat 200-250 g dimana pada setiap ulangan diisi 5 ekor ikan. Semua perlakuan diberi infeksi Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/mL. Infeksi dilakukan dengan melarutkan hasil kultur bakteri Aeromonas hydrophila dalam air media pemeliharaan. Vitamin C diberikan dengan dosis berbeda menghasilkan pertumbuhan yang berbeda secara signifikan (P<0,05) dan kelangsungan hidup yang tidak berbeda secara signifikan (P>0,05). Perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang tertinggi yaitu 66,7 g dan 3,09 cm. Perlakuan B menunjukkan kelangsungan hidup terbaik dengan persentase 86,7%. Rentang nilai kualitas air dianggap memadai untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Dengan suhu berkisar antara 27,58-27,72°C, DO 4,10-4,65 mg/L, dan pH 7,48-7,56. Penambahan vitamin C dapat mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila serta mempengaruhi nilai pertumbuhan panjang dan pertumbuhan berat tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup.
Optimasi vitamin C terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila
Devano Baga Tondi (author) / Ni Putu Putri Wijayanti (author) / Dewa Ayu Angga Pebriani (author)
2023
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
BASE | 2016
|Efektivitas pemberian vitamin terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp.)
DOAJ | 2025
|Uji Toksisitas Akut Air Limbah Industri Sasirangan Terhadap Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
BASE | 2019
|Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen dari Kulit Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus)
DOAJ | 2013
|