A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Struktur dan Perkecambahan Serbuk Sari Pada Porang (Amorphophallus Muelleri Blume)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan perkecambahan serbuk sari pada porang. Struktur dan perkecambahan serbuk sari diamati secara mikroskopis. Pengamatan perkecambahan serbuk sari dilakukan pada tiga hari sebelum mekar (M-3), dua hari sebelum mekar (M-2), satu hari sebelum mekar (M-1), mekar (M) hingga empat hari setelah mekar (M+4). Serbuk sari pada porang berstruktur dimorfik (struktur X dan Y: unit monad dan majemuk). Struktur X dengan panjang aksis (P)= 30-50 µm, diameter ekuatorial (E)= 16.67-41.67 µm, dan indeks P/E= 1.19-1.79, sedangkan struktur Y dengan P= 50-84 µm, E= 34-67 µm, dan indeks P/E= 1.25-1.40. Serbuk sari porang berbentuk subspheroidal dan prolat; ukuran panjang aksis bertipe media dan magna; tipe aperture monocolpate. Viabilitas tertinggi struktur X pada M (31.58%), sedangkan struktur Y pada M+1 (21.76%). Viabilitas M+3 mulai menurun, sehingga penyerbukan buatan porang yang tepat dilakukan ketika viabilitas serbuk sari tinggi (M atau tidak lebih dari M+3).
Struktur dan Perkecambahan Serbuk Sari Pada Porang (Amorphophallus Muelleri Blume)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan perkecambahan serbuk sari pada porang. Struktur dan perkecambahan serbuk sari diamati secara mikroskopis. Pengamatan perkecambahan serbuk sari dilakukan pada tiga hari sebelum mekar (M-3), dua hari sebelum mekar (M-2), satu hari sebelum mekar (M-1), mekar (M) hingga empat hari setelah mekar (M+4). Serbuk sari pada porang berstruktur dimorfik (struktur X dan Y: unit monad dan majemuk). Struktur X dengan panjang aksis (P)= 30-50 µm, diameter ekuatorial (E)= 16.67-41.67 µm, dan indeks P/E= 1.19-1.79, sedangkan struktur Y dengan P= 50-84 µm, E= 34-67 µm, dan indeks P/E= 1.25-1.40. Serbuk sari porang berbentuk subspheroidal dan prolat; ukuran panjang aksis bertipe media dan magna; tipe aperture monocolpate. Viabilitas tertinggi struktur X pada M (31.58%), sedangkan struktur Y pada M+1 (21.76%). Viabilitas M+3 mulai menurun, sehingga penyerbukan buatan porang yang tepat dilakukan ketika viabilitas serbuk sari tinggi (M atau tidak lebih dari M+3).
Struktur dan Perkecambahan Serbuk Sari Pada Porang (Amorphophallus Muelleri Blume)
Dwi Gusmalawati (author) / Serafinah Indriyani (author) / Rodiyati Azrianingsih (author) / Zainal Abidin (author)
2023
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
PENGARUH PENAMBAHAN GEL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) PADA PEMBUATAN KERUPUK PULI
DOAJ | 2014
|