A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
LINGKUNGAN TROPIS BERKEPADATAN TINGGI: LOKALITAS, TRADISI DAN MODERNITAS (High Density Environment in the Tropict: Locality, Tradition and Modernity)
ABSTRAK Tulisan ini mengenai hasil penelitian tentang perkembangan bentuk ruang pada tatanan lingkungan dan ruang pada tatanan hunian sebagai salah satu bentuk hubungan antara manusia dan lingkungannya, khususnya di daerah tropis yang berkepadatan tinggi. Lingkungan termal ditandai sebagai salah satu bentuk lingkungan yang mendominasi pembentukan ruang, oleh sebab itu indikator utama dalam penelitian ini ialah prinsip penahanan dan penghalauan panas oleh ruang dan elemen pembentuknya. Tiga bentuk hunian ditetapkan sebagai studi kasus, yakni hunian tradisional, kolonial dan hunian flat di lingkungan kampung, serta hunian modern di lingkungan modern. Hasil menunjukkan bahwa dalam perkembangan pembentukan ruang tidak terjadi keberlanjutan prinsip penahanan dan penghalauan ruang dari hunian tradisional serta kolonial yang terbukti lebih baik ke hunian modern. Kondisi ini terjadi karena terdapat perkembangan sosiokultural pada pembentukan ruang. ABSTRACT This paper reports the development of spatial formation in a high density area of urban settlement in tropical area. Thermal envcironment in this instance is seen as the major effect of the spatial formaton and therefore, the main indicator of this study research is the nature of the heat resistance of the building, which is formed by the space itself and the building elements. The kampong settlement resulted in a high response to tropical encironment. In the meantime, its development in the modern settlement indicated that the continuity of this high response was not found.
LINGKUNGAN TROPIS BERKEPADATAN TINGGI: LOKALITAS, TRADISI DAN MODERNITAS (High Density Environment in the Tropict: Locality, Tradition and Modernity)
ABSTRAK Tulisan ini mengenai hasil penelitian tentang perkembangan bentuk ruang pada tatanan lingkungan dan ruang pada tatanan hunian sebagai salah satu bentuk hubungan antara manusia dan lingkungannya, khususnya di daerah tropis yang berkepadatan tinggi. Lingkungan termal ditandai sebagai salah satu bentuk lingkungan yang mendominasi pembentukan ruang, oleh sebab itu indikator utama dalam penelitian ini ialah prinsip penahanan dan penghalauan panas oleh ruang dan elemen pembentuknya. Tiga bentuk hunian ditetapkan sebagai studi kasus, yakni hunian tradisional, kolonial dan hunian flat di lingkungan kampung, serta hunian modern di lingkungan modern. Hasil menunjukkan bahwa dalam perkembangan pembentukan ruang tidak terjadi keberlanjutan prinsip penahanan dan penghalauan ruang dari hunian tradisional serta kolonial yang terbukti lebih baik ke hunian modern. Kondisi ini terjadi karena terdapat perkembangan sosiokultural pada pembentukan ruang. ABSTRACT This paper reports the development of spatial formation in a high density area of urban settlement in tropical area. Thermal envcironment in this instance is seen as the major effect of the spatial formaton and therefore, the main indicator of this study research is the nature of the heat resistance of the building, which is formed by the space itself and the building elements. The kampong settlement resulted in a high response to tropical encironment. In the meantime, its development in the modern settlement indicated that the continuity of this high response was not found.
LINGKUNGAN TROPIS BERKEPADATAN TINGGI: LOKALITAS, TRADISI DAN MODERNITAS (High Density Environment in the Tropict: Locality, Tradition and Modernity)
Mas Santosa (author)
2001
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
WUJUD KOTA TROPIS DI INDONESIA: SUATU PENDEKATAN IKLIM LINGKUNGAN DAN ENERGI
DOAJ | 2001
|