A platform for research: civil engineering, architecture and urbanism
Pengelolaan Diet dengan Kondisi Disfagia pada Pasien Stroke: Literature Review
Latar Belakang: Disfagia sebagai kondisi yang sering ditemui pada pasien stroke dan merupakan tantangan perawatan karena dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi yang dapat menyebabkan komplikasi dan meningkatkan lama perawatan di rumah sakit. Tujuan: Mengetahui pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke melalui review hasil penelitian sebelumnya. Ulasan: Pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke diambil dari artikel yang mengulas skrining gizi, asesmen gizi, pemberian makan tinggi energi tinggi protein, pembatasan energi untuk penurunan berat badan, dan penyediaan protein untuk mempertahankan massa otot. Preskripsi diet yang diberikan yaitu penyesuaian energi dan protein, penyesuaian protein, penyesuaian cairan, pemberian suplemen gizi, penyesuaian bentuk makanan, dan rute pemberian makanan. Food preparation program menggunakan penilaian kuesioner Dietary Well-being yang terdiri dari 21 pertanyaan terbagi menjadi 4 kategori yaitu fisik (5 pertanyaan), psikologis (6 pertanyaan), emosional (5 pertanyaan), dan sosial (5 pertanyaan). Komparasi pengental Modified Starch (MS) dan Xanthan Gum (XG) dengan menggunakan penilaian Volume-Viscosity Swallow Test (V-VST) dan Videofluoroscopic (VFS) untuk melihat keamanan menelan pada pasien stroke. Kesimpulan: Pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke dapat memperbaiki status gizi, fungsi fisik, kemampuan menelan, dan menurunkan lama perawatan di rumah sakit. Food preparation program menunjukkan hasil signifikan pada kuesioner Dietary Well-being kelompok kontrol terutama pada kategori psikologis, emosional, dan sosial. Pengental MS dan XG meningkatkan keamanan menelan pada pasien stroke.
Pengelolaan Diet dengan Kondisi Disfagia pada Pasien Stroke: Literature Review
Latar Belakang: Disfagia sebagai kondisi yang sering ditemui pada pasien stroke dan merupakan tantangan perawatan karena dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi yang dapat menyebabkan komplikasi dan meningkatkan lama perawatan di rumah sakit. Tujuan: Mengetahui pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke melalui review hasil penelitian sebelumnya. Ulasan: Pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke diambil dari artikel yang mengulas skrining gizi, asesmen gizi, pemberian makan tinggi energi tinggi protein, pembatasan energi untuk penurunan berat badan, dan penyediaan protein untuk mempertahankan massa otot. Preskripsi diet yang diberikan yaitu penyesuaian energi dan protein, penyesuaian protein, penyesuaian cairan, pemberian suplemen gizi, penyesuaian bentuk makanan, dan rute pemberian makanan. Food preparation program menggunakan penilaian kuesioner Dietary Well-being yang terdiri dari 21 pertanyaan terbagi menjadi 4 kategori yaitu fisik (5 pertanyaan), psikologis (6 pertanyaan), emosional (5 pertanyaan), dan sosial (5 pertanyaan). Komparasi pengental Modified Starch (MS) dan Xanthan Gum (XG) dengan menggunakan penilaian Volume-Viscosity Swallow Test (V-VST) dan Videofluoroscopic (VFS) untuk melihat keamanan menelan pada pasien stroke. Kesimpulan: Pengelolaan diet dengan kondisi disfagia pada pasien stroke dapat memperbaiki status gizi, fungsi fisik, kemampuan menelan, dan menurunkan lama perawatan di rumah sakit. Food preparation program menunjukkan hasil signifikan pada kuesioner Dietary Well-being kelompok kontrol terutama pada kategori psikologis, emosional, dan sosial. Pengental MS dan XG meningkatkan keamanan menelan pada pasien stroke.
Pengelolaan Diet dengan Kondisi Disfagia pada Pasien Stroke: Literature Review
Gelora Mangalik (author) / Anggita Raharjani Laurensia (author) / Ayuningtyas Dian Ariestiningsih (author)
2023
Article (Journal)
Electronic Resource
Unknown
Metadata by DOAJ is licensed under CC BY-SA 1.0
PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN PASIEN STROKE BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING
BASE | 2017
|HUBUNGAN DIAMETER SAGITAL ABDOMEN DENGAN HbA1c PADA PASIEN LAKI-LAKI DENGAN OVERWEIGHT/OBESITAS
DOAJ | 2021
|Studi Eksplorasi Manajemen Nyeri pada Pasien Post Operasi dengan Ventilasi Mekanik
BASE | 2019
|